Tentang Sisingamangaraja XII

1. Sosok Patuan Bosar Sinambela (Raja Sisingamangaraja XII) adalah seorang pemimpin yang dapat dijadikan simbol perjuangan dengan berbasis Rakyat “Volks-Lager”. Hal ini terbukti dari perjuangan yang dilakukannya dalam melawan Kolonial Belanda, meskipun dengan peralatan
seadanya, seperti parang, tombak, lembing, dan bedil (jumlahnya sedikit) beliau tetap melakukan perlawanan bersama rakyat yang menjadi dasar perjuangannya.
2. Patuan Bosar Sinambela (RajaSisingamangaraja XII) merupakan sosok
Pahlawan yang berjuang dengan gigih mempertahankan tanah Batak dari usaha pencaplokan (aneksasi) yang dilakukan oleh Kolonial Belanda. Dalam melawan kolonial Belanda, ia menunjukkan sebuah perjuangan totalitas yang tidak setengah-setengah, mengorbankan seluruh harta benda, bahkan keluarga ia pun ikut serta dalam mendukung perlawanan yang dilakukannya.
3. Patuan Bosar Sinambela, Sosok yang anti terhadap memikirkan dan memperjuangkan Hak Asasi Manusia (HAM). Setiap dia mengunjungi suatu wilayah, Orang-orang yang terpasung harus dibebaskan.
4. Sisingamangaraja XII sosok pemimpin yang spiritualis, hidup dengan kepercayaan bahwa terdapat kekuatan-kuasa yang lain di muka bumi ini (kepercayaan tradisional batak). Beliau adalah sosok Raja Imam “Pendeta-koning”.
5. Sisingamangaraja sosok yang terbuka terhadap pengaruh luar, bukan Raja yang isolatif hanya pada daerahnya saja. Dapat dilihat bahwa Sistem Raja Merampat yang diperkenalkan beliau diadaptasi dari Sistem Raja Merampat Aceh. Cap (Stempel) Kerajaan beliau menampilkan aksara Arab Jawi dan Batak. Menandakan bahwa sosok beliau tidak kaku dan bersandar hanya pada konteks Batak saja.
6. Dalam bidang politik, Sisingamanraja XII membangun hubungan dengan
kerajaan-kerajaan luar. Hal inilah yang membuat ketika perang terjadi
melawan kolonial belanda, pasukan Sisingamangaraja turut dibantu oleh
pasukan dari Aceh, Padang Bolak, Habinsaran (Asahan).
(***)