"Karakter Kasino di Film Warkop DKI"

Saat pertama kali menjadi aktor film, Kasino memerankan karakter Sanwani dalam tiga film awal, yaitu Mana Tahaaan..., Gengsi Dong, dan Gede Rasa. Karakter Sanwani sendiri digambarkan sebagai seorang pemuda yang sok tahu dan sedikit sombong.
Ketika produksi film Warkop diambil alih oleh Parkit Film dan kemudian oleh Soraya Intercine Films, Kasino mulai memerankan karakter "Kasino". Dalam film-film tersebut, ia digambarkan sebagai sosok idealis dengan ide-ide cemerlang, tetapi sering kali ide-idenya berubah menjadi bumerang karena sikapnya yang terlalu sok tahu dan kebiasaannya meremehkan orang lain.
Selain itu, sesekali ia juga tampil sebagai sosok pemimpin seperti dalam film Manusia 6.000.000 Dollar dan Depan Bisa Belakang Bisa.
Kasino juga dikenal pandai dalam menggubah dan memparodikan lirik lagu untuk memberikan sentuhan humor. Kebiasaan ini berawal dari hobinya menyanyi dan memparodikan lagu saat masih menjadi pelajar.
Kasino memiliki kemampuan teknik vokal cengkok yang memungkinkannya dengan mudah menyanyikan beragam lagu dalam berbagai bahasa seperti Mandarin, India, Arab, dan juga Inggris. Namun, terkait keinginan sebagai Acong atau Acing, Kasino lebih sering memparodikan lagu-lagu berbahasa Inggris dengan mengganti liriknya menjadi bahasa Mandarin.
Penyanyi Titiek Puspa sempat tertawa saat mengetahui bahwa lagunya yang berjudul "Saputangan" diplesetkan liriknya oleh Kasino dengan tambahan lirik berbahasa Inggris.
Menurut Rudy Badil, Kasino sering menggunakan parodi lagu untuk menyampaikan kritik sosial secara halus kepada pemerintah Orde Baru. Pendapat ini didukung oleh beberapa musisi seperti Chrisye dan Fariz RM, yang melihat Kasino sebagai sosok yang tepat untuk mengingatkan industri musik Indonesia yang mereka anggap berada dalam kondisi yang kurang baik pada dekade 1980-an.
(***)