Biografi Sultan Muhammad Salahuddin Bima
???????????????????????????????? ???????????????????????? ???????????????????????????????? ???????????????????????????????????????? ????????????????
???????????????????????? , ???????????????????????????????? ????????????????, ???????????? ???????????????????????????????? ???????????????????????????????? ????????????????????????????????????
Sultan Muhammad Salahuddin merupakan salah satu tokoh paling penting dalam sejarah Kesultanan Bima dan Nusa Tenggara Barat. Beliau dikenal sebagai Sultan Bima yang memiliki peran besar dalam menjaga eksistensi Dana Mbojo di tengah tekanan kolonial Belanda, masa pendudukan Jepang, hingga periode awal kemerdekaan Indonesia.
Dalam sejarah Bima, Sultan Salahuddin dikenang sebagai pemimpin yang memiliki sikap keteguhan, kecerdasan diplomasi, serta komitmen yang kuat terhadap rakyat dan agama. Namanya juga tercatat sebagai salah satu tokoh kerajaan di kawasan timur Indonesia yang mendukung integrasi wilayah Nusantara ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Gelar Pahlawan Nasional Indonesia resmi dianugerahkan kepada Sultan Muhammad Salahuddin oleh Presiden Republik Indonesia pada tanggal 10 November 2025 bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 116/TK/Tahun 2025. Pengakuan tersebut menjadi puncak dari proses pengusulan panjang yang telah diperjuangkan sejak sekitar tahun 2008 oleh keluarga Kesultanan Bima, tokoh masyarakat, keterlibatan, budayawan, serta Pemerintah Daerah di Nusa Tenggara Barat.
???????????????????? ????????????????????????????????
Sultan Muhammad Salahuddin lahir di Bima pada: 14 Juli 1889
Beliau merupakan putra dari: Sultan Ibrahim
Muhammad Salahuddin tumbuh di lingkungan Kesultanan Bima ketika pengaruh kolonial Belanda semakin kuat di wilayah Nusantara, termasuk di kerajaan-kerajaan kawasan timur Indonesia.
Sejak muda, beliau mendapatkan pendidikan keislaman, adat Kesultanan Bima, serta pendidikan pemerintahan kerajaan yang membentuk kapasitas kepemimpinannya sejak dini.
???????????????????????? ???????????????? ????????-????????
Muhammad Salahuddin diangkat menjadi Sultan Bima ke-14 pada tahun 1915.
Masa pemerintahannya berlangsung dalam periode yang sangat kompleks karena harus menghadapi: kolonialisme Belanda, perubahan politik Hindia Belanda, pendudukan Jepang, hingga masa awal kemerdekaan Indonesia.
Dalam menjalankan pemerintahan Kesultanan Bima, beliau dikenal berupaya mempertahankan kewibawaan kerajaan serta melindungi kepentingan rakyat Bima di tengah tekanan politik kolonial.
???????????????????? ???????????????????? ???????????????????????????????????????? ????????????????
Sultan Salahuddin dikenal sebagai salah satu tokoh kerajaan di Indonesia timur yang mendukung Republik Indonesia setelah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945.
Beliau bersama Sultan Muhammad Tadjul Arifin Siradjuddin dari Dompu, Muhammad Kaharuddin III dari Kesultanan Sumbawa, serta sejumlah pemimpin daerah di Nusa Tenggara, aktif membangun konsolidasi politik untuk mendukung Negara Kesatuan Republik Indonesia dan menolak upaya mempertahankan sistem federal bentukan Belanda.
Salah satu sikap politik penting yang ia ungkapkan dalam Maklumat 22 November 1945. Melalui maklumat tersebut, Kesultanan Bima menyatakan dukungan terhadap Republik Indonesia di tengah situasi politik nasional yang masih belum stabil.
Dalam berbagai catatan sejarah daerah, Sultan Salahuddin juga dikenal membantu ikut memperkuat konsolidasi wilayah Pulau Sumbawa agar tetap berada dalam bingkai NKRI.
???????????????????????????????????? ???????????????? ???????????????????????????????? ????????????????????
Selain dikenal sebagai pemimpin politik dan pemerintahan, Sultan Salahuddin juga memiliki perhatian besar terhadap Pendidikan Islam, • pendidikan modern, pengembangan masjid, pendidikan masyarakat, serta kehidupan keagamaan di Bima.
Dalam sejumlah catatan sejarah, beliau disebut sebagai salah satu pelopor pendidikan modern di wilayah Bima dan Nusa Tenggara Barat.
Pada masa pemerintahannya didirikan sejumlah lembaga pendidikan, antara lain HIS di Raba tahun 1921, Sekolah Kejuruan Wanita tahun 1922, serta pengembangan sekolah agama dan sekolah di berbagai wilayah Kesultanan Bima.
Beliau juga dikenal dekat dengan ulama dan menjadikan nilai-nilai Islam sebagai bagian penting dalam pemerintahan Kesultanan Bima.
???????????????????????????????????????????????? ???????????? ????????????????????????????????????????????
Dalam berbagai catatan sejarah lokal, Sultan Salahuddin dikenal sebagai pemimpin yang tegas, religius, berwibawa, sederhana, dan memiliki kepedulian besar terhadap rakyat.
Beliau juga dikenal cukup berhati-hati dalam menghadapi tekanan politik kolonial dan perubahan situasi nasional, namun tetap mempertahankan posisi Kesultanan Bima sebagai bagian penting identitas masyarakat Dana Mbojo.
Keteguhannya menjaga martabat Kesultanan Bima membuat namanya dihormati dalam sejarah politik dan budaya masyarakat Bima hingga sekarang.
????????????????????
Sultan Muhammad Salahuddin wafat pada tanggal 11 Juli 1951. Beliau dimakamkan di Kompleks Makam Raja-Raja Bima, Dana Traha.
Kepergiannya menjadi kerugian besar bagi masyarakat Bima karena beliau dikenal sebagai simbol kepemimpinan, perjuangan, pendidikan, dan transisi penting Kesultanan Bima menuju era Indonesia modern.
???????????????????????????? ????????????????????????????
Dalam sejarah Bima dan Nusa Tenggara Barat, Sultan Muhammad Salahuddin dikenang sebagai Sultan Bima pada masa transisi kolonial ke kemerdekaan, tokoh kerajaan pendukung NKRI, pelopor pendidikan modern di Bima, pelindung identitas budaya dan Islam di Dana Mbojo, serta Pahlawan Nasional Indonesia asal Bima NTB.
Perjuangan dan pengabdiannya menjadikan nama Sultan Muhammad Salahuddin tetap hidup dalam sejarah masyarakat Bima dan Indonesia hingga hari ini.
Sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasanya, nama beliau kini menjadi nama Bandara Sultan Muhammad Salahuddin Bima. Mari kita doakan almarhum, semoga Allah SWT melapangkan kuburnya dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Aamiin ya rabbal alamin ????
???????????????????????????? ????????????????: ???????????????????????????????? ????????????????????????
???????????????????????????? ????????????????????????????
Profil ini disusun melalui penggabungan berbagai sumber sejarah, arsip Kesultanan Bima, dokumentasi pemerintahan daerah, literatur sejarah lokal, hasil seminar pengusulan Pahlawan Nasional, serta pemberitaan media nasional dan daerah yang dapat dikoreksi.
Penyusunan dilakukan dengan pendekatan verifikasi silang antara arsip sejarah, dokumentasi kerajaan, sumber pemerintahan, dan literatur sejarah daerah untuk menghasilkan gambaran profil yang lebih utuh, kontekstual, dan historis mengenai peran Sultan Muhammad Salahuddin dalam sejarah Dana Mbojo dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
(***)