HERU SUBAGIA:' Kami MENOLAK TEGAS Kedatangan Herkules,Tidak Ada Manfaatnya Selain Adu Otot "


_________________


Keluarga Ahmad Bahar Tolak Rencana Hercules Datang ke Depok: Bisa Meresahkan dan Jadi Teror


FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Perseteruan antara Hercules dan Ahmad Bahar terus memanas. Setelah ramai menjadi perhatian publik, pihak keluarga Ahmad Bahar kini secara terbuka menyatakan persetujuan atas rencana Ketum Grib Jaya, Hercules, mendatangi kediaman Bahar di Depok.


Penolakan tersebut disampaikan Juru Bicara Keluarga Ahmad Bahar, Heru Subagia. Ia meminta agar polemik yang diselesaikan melalui jalur hukum dan forum resmi, bukan dengan mendatangi rumah pribadi.


Heru mengatakan pihak keluarga telah mengetahui rencana Hercules yang akan kembali mengunjungi rumah Ahmad Bahar di Depok. Menurut dia, rencana itu disampaikan langsung Hercules saat menggelar konferensi pers.


“Selaku jubir keluarga mas Ahmad Bahar, menyampaikan kepada Hercules dan tim bahwa selaku pihak yang mewakili mas Bahar, menyampaikan setuju dan menolak rencana Hercules dan datang ke kediaman mas Bahar di Depok,” ujar Heru kepada fajar.co.id, Senin 25 Mei 2026.


Ia menyebut Hercules bahkan disebut telah bersiap datang ke Depok pada hari ini. “Ia berkehendak datang kembali, bersiap-siap hari ini berencana datang ke Depok, ke kediamannya mas Bahar,” ucapnya.


Sebut Sudah Beberapa Kali Datang


Heru mengungkapkan tim Hercules sebelumnya juga telah beberapa kali mengunjungi rumah Ahmad Bahar. Oleh karena itu, saya berasumsi tidak ada lagi urgensi untuk memastikan lokasi maupun kediaman Bahar.


“Yang ingin kita sampaikan bahwa, tidak ada gunanya bilamana Hercules dan keluarganya ingin memastikan kediaman dan posisi rumahnya mas Ahmad Bahar.


 Perlu saya jelaskan tim Hercules setidaknya hampir dua atau tiga kali datang ke kediaman mas Bahar, dan itu berhubungan sekali dengan apa yang sedang viral,” katanya.


Pihak keluarga Ahmad Bahar menegaskan bahwa kedua pihak sebaiknya dilakukan melalui jalur hukum yang sudah berjalan di Polda Metro Jaya.


Dikatakan Heru, proses hukum merupakan langkah yang lebih baik dan baik dibandingkan saling mendatangi rumah. “Kita sepakat bahwa komunikasi atau debat atau apapun bentuknya, antara Hercules dan tim kita, tentunya akan lebih terhormat, kita bertemu di ruangan atau tempat yang sudah ditentukan. Kita melakukan adu argumentasi dan bertukar fakta dan bukti,” terang dia.


Ia menuturkan bahwa laporan ke Polda Metro Jaya telah selesai dan kini tinggal menunggu jadwal pemeriksaan. "Itupun prosesnya sudah kita lakukan dengan pelaporan Polisi ke Polda Metro Jaya kemarin. Kita tunggu jadwal yang digelar di Polda Metro Jaya," tegasnya.


Heru juga mengingatkan bahwa pihak keluarga secara resmi telah menolak kedatangan Hercules dan tim ke rumah Ahmad Bahar. Oleh karena itu, jika tetap dipaksakan, maka seluruh risiko menjadi tanggung jawab pihak yang datang.


“Jika Hercules dan pengiklan tetap hadir menggerebek kediaman mas Bahar, tentunya sepenuhnya risiko yang mungkin juga eksekusinya adalah tanggung jawab Hercules dan keluarganya. Kita sudah mewanti-wanti, secara formal bahwa kita menolak kedatangannya,” lanjut Heru.


Lebih jauh lagi, Heru meminta Hercules mempertimbangkan aspek moral dan kemanusiaan. Ia mengungkapkan saat ini di rumah Ahmad Bahar terdapat orang tua lanjut usia yang sedang sakit. “Saya mengingatkan kembali bahwa di rumah mas Bahar saat ini ada orang tua yang sedang sakit, lansia,” tandasnya.


Heru bilang, jika kedatangan itu tetap dipaksakan, maka bisa menimbulkan keresahan bagi keluarga. “Dan, tentunya apakah dengan kondisi yang saya jelaskan, Hercules memaksakan kehendak sehingga tentunya kedatangan yang dipaksa tersebut akan meresahkan, bahkan bisa dikatakan teror. Ini yang harus dipertimbangkan, aspek moral dan kemanusiaan,” kuncinya. (Muhsin/fajar)