Mengenal sosok Dr.KH. Ahmad Husni Ismail, M.Ag, Putra desa Bolo kecamatan Madapangga kabupaten bima



Dr.KH. Ahmad Husni Ismail, M.Ag, atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai Tuan Guru Husni Ismail merupakan salah satu ulama dan dai nasional asal desa Bolo kecamatan Madalangga kabupaten bima yang dikenal luas melalui kiprahnya dalam dakwah, pendidikan Islam, pembinaan umat, dan penguatan moderasi beragama di tingkat nasional.


Nama beliau semakin dikenal masyarakat ketika dipercaya menjadi imam rawatib Masjid Istiqlal, masjid nasional terbesar di Indonesia.


Di berbagai forum dakwah dan kegiatan keagamaan, beliau dikenal sebagai sosok ulama yang: sederhana, tegas dalam prinsip, santun dalam penyampaian dakwah, dekat dengan masyarakat, dan serta memiliki gaya ceramah yang komunikatif dan humoris.


Karakter tersebut menjadikan dakwahnya mudah diterima berbagai kalangan, termasuk generasi muda muslim perkotaan.


KH. Ahmad Husni Ismail lahir dan tumbuh di lingkungan masyarakat religius Bima yang dikenal memiliki tradisi Islam yang kuat dan melahirkan banyak tokoh ulama di Nusa Tenggara Barat.


Pada tanggal 20 November 2024, beliau resmi meraih gelar Doktor (Dr.) dari Pascasarjana PTIQ Jakarta. Disertasi beliau diketahui membahas penguatan moderasi beragama dalam kehidupan masyarakat Indonesia.


Pencapaian akademik tersebut memperkuat posisi beliau sebagai ulama yang tidak hanya aktif berdakwah, tetapi juga terlibat dalam pengembangan pemikiran Islam moderat di Indonesia.


Selain aktif berdakwah, beliau juga berkarier sebagai Aparatur Sipil Negara di lingkungan Kementerian Agama Republik Indonesia.


Beliau diketahui menjabat sebagai: Kasubdit Dakwah dan Hari Besar Islam pada Direktorat Penerangan Agama Islam Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama RI.


Kiprah beliau menampilkan perpaduan antara aktivitas dakwah lapangan dengan peran birokrasi keagamaan nasional.


Beliau juga rutin berdakwah di sejumlah masjid besar di Jakarta dan sekitarnya.


Dalam ceramahnya, beliau sering menekankan pentingnya: persatuan umat, penguatan akhlak, pendidikan generasi muda, toleransi dan moderasi umat, serta pemanfaatan media digital secara bijak dalam dakwah Islam.


Gaya penyampaiannya dikenal tidak provokatif namun tetap tegas dalam menyampaikan nilai-nilai keislaman.


Kehadirannya dalam berbagai organisasi menunjukkan keterlibatan aktifnya dalam memperkuat jaringan dakwah dan ukhuwah Islamiyah di Indonesia.


Perjalanan hidup KH. Ahmad Husni Ismail menampilkan bagaimana putra daerah dari Bima mampu berkiprah dalam ruang dakwah nasional tanpa kehilangan identitas budaya dan nilai-nilai daerahnya.


Kiprah beliau sebagai Imam Masjid Istiqlal, pejabat Kementerian Agama, dan dai nasional menjadi inspirasi bagi generasi muda NTB bahwa pendidikan, pengabdian, dan konsistensi dalam dakwah dapat membuka jalan pengabdian yang luas bagi masyarakat dan bangsa.

(***)