Pria Paling Berbahaya di Indonesia", Mantan Menteri Era Habibie Ini Ternyata Ditakuti Karena Bela Rakyat Kecil

Dijuluki Media Asing Sebagai "Pria Paling Berbahaya di Indonesia", Mantan Menteri Era Habibie Ini Ternyata Ditakuti Karena Bela Rakyat Kecil!


Dalam panggung sejarah Reformasi 1998, nama Adi Sasono menduduki posisi yang sangat unik sekaligus disegani. Pria kelahiran 16 Februari 1943 yang berpulang pada tahun 2016 ini, merupakan mantan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) dalam Kabinet Reformasi Pembangunan di bawah Presiden BJ Habibie.


Namun, ada satu fakta yang mencengangkan yang mungkin belum banyak diketahui generasi hari ini. Saat menjabat sebagai menteri, sebuah media internasional terkemuka sampai menjuluki beliau sebagai "Orang Indonesia paling berbahaya" (Orang Indonesia paling berbahaya).


Mengapa sosoknya dianggap begitu menakutkan oleh dunia luar? Jawabannya bukan karena senjata atau kekuatan militer, melainkan karena keberaniannya membela ekonomi rakyat kecil!


Singa Pergerakan yang Lantang Melawan Kapitalisme

Sebelum masuk ke lingkaran pemerintahan, Adi Sasono sudah dikenal sebagai aktivis pergerakan. Ia merupakan tokoh penting di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Pelajar Islam Indonesia (PII), hingga dipercaya menjadi Sekretaris Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) pada dekade 1990-an.


Ketika ditunjuk menjadi Menteri Koperasi dan UKM oleh Presiden BJ Habibie, Indonesia sedang hancur lebur akibat hantaman krisis moneter. Di saat konglomerasi besar bertumbuhan dan mengemis bantuan negara, Adi Sasono justru menyampaikan kepada kompas ekonomi bangsa. Ia melahirkan gerakan "Ekonomi Kerakyatan".


Ia gencar mendistribusikan aset, memberikan akses modal besar-besaran kepada pedagang pasar, petani, nelayan, dan pelaku koperasi. Kebijakan radikal yang berpihak pada wong cilik ini dinilai sangat mengancam para kapitalis barat dan taipan ekonomi lama yang terbiasa memonopoli pasar Indonesia. Itulah alasan mengapa media asing menjulukinya sebagai pria paling berbahaya—karena ia berani mengungkap sistem ekonomi yang tidak adil!


Jawaban Santai Sang "Pria Berbahaya"

Menariknya, julukan seram dari media luar negeri tersebut justru ditanggapi dengan sangat tenang dan penuh kelakar oleh Adi Sasono.


Dalam sebuah wawancara yang sempat dimuat oleh koran Amerika Los Angeles Times, ia menyangkal tuduhan tersebut sambil tersenyum:


"Saya sudah mencoba meyakinkan mereka bahwa saya tidak berbahaya sama sekali" (Saya sudah mencoba meyakinkan mereka bahwa saya tidak berbahaya sama sekali).


Bagi rakyat kecil dan para pedagang kaki lima kala itu, Adi Sasono justru merupakan pahlawan dan pelindung yang memberi harapan mereka di tengah badai krisis ekonomi. Setelah purnatugas sebagai menteri, idealisme beliau tidak luntur; Ia bahkan mendirikan Partai Merdeka pada Pemilu 2004 demi terus menyuarakan kesetaraan ekonomi rakyat di parlemen.


Kisah hidup Ir. Adi Sasono adalah bukti nyata bahwa kekuatan terbesar seorang pemimpin bukan terletak pada seberapa dekat ia dengan para penguasa, melainkan seberapa berani ia berdiri di atas badan demi kesejahteraan rakyatnya sendiri.


Mari kita kirimkan doa terbaik dan rasa hormat yang setinggi-tingginya untuk almarhum Ir. Adi Sasono. Pejuang ekonomi rakyat yang takkan pernah tergantikan.

(***)