Phoolan Devi Preman Perempuan
Phoolan Devi adalah preman perempuan terkenal dari India yang lebih dikenal dengan julukan Ratu Bandit. Selain menjadi seorang bandit, Devi juga berprofesi sebagai seorang politisi. Devi bertanggung jawab atas pembvnvhan 22 warga desa yang diisi oleh masyarakat kasta atas pada tahun 1981. Meskipun demikian, sebagian masyarakat miskin India percaya bahwa apa yang dilakukan Devi adalah bentuk pencarian keadilan bagi kaum perempuan, terutama bagi mereka yang berada di kasta terendah.
Tapi argumen tersebut ditentang oleh Pemerintah India. Meski bertanggung jawab atas puluhan nyawa, Devi tetap mendapatkan simpati dari masyarakat dan menjadi anggota perwakilan rakyat dari Partai Samajwadi.
Devi lahir di desa kecil Gura Ka Purwa, di Uttar Pradesh. Sejak kecil, Devi telah melalui masa yang sulit. Di usia sebelas tahun, dia sudah harus dinikahkan karena tuntutan keluarga. Sepanjang pernikahannya tersebut, Devi merasa telah diperk0s4 dan dianiaya oleh suaminya sendiri. Pada tahun 1977, ia dikembalikan ke rumah orang tuanya karena dianggap gagal sebagai seorang istri. Atas kondisi tersebut, Devi menganggap
masyarakat sekitar sebagai orang buangan. Sepupunya, Mayadin juga menuduhnya mencuri tanah yang seharusnya dia miliki. Pada tahun 1979, Mayadin memenjarakan Devi atas tuduhan pencurian barang-barang dari rumahnya. Atas penangkapan tersebut, Devi mendapatkan tindak pemerk0s4an dan penyiksaan dari polisi setempat. Ketika dibebaskan dari penjara beberapa hari kemudian, dia semakin dijauhi oleh desa dan keluarganya.
Kisah sial Devi terus berlanjut saat dia kembali diperk0s4 oleh salah satu pemimpin geng di kotanya, yaitu Babu Gujjar. Akan tetapi, pemerk0s4an itu gagal dilakukan setelah Devi dilindungi oleh Vikram Mallah, kepala geng yang berasal dari kasta Phoolan. Setelah peristiwa tersebut, Devi menikah dengan Mallah dan dijadikan istri kedua. Mallah juga membalaskan dendam Devi dengan memb4nt4i mantan suami Devi. Selama pernikahannya, Devi mengajarkan bagaimana cara menggunakan senjata dan berpartisipasi dalam kegiatan geng di Uttar Pradesh dan Madhya Pradesh. Kegiatan yang dilakukan antara lain melakukan pencurian terhadap orang-orang kaya dan meminta tebusan terhadap orang-orang yang diculik.
Tragedi terjadi saat lawan geng Mallah, kelompok Geng Ram dari masyarakat kasta atas menyerang tempat persembunyiannya. Dalam penyerangan tersebut, Mallah berhasil dibunuh, sedangkan Devi berhasil diculik. Selama penculikan tersebut, Devi disiksa dan diperk0s4 oleh beberapa pria dari Geng Ram. Akhirnya, Devi berhasil kabur dari ayahnya setelah tiga minggu. Untuk membalas dendam suaminya, Devi mengumpulkan kembali seluruh anggota geng Mallah dan melakukan serangkaian perampokan dengan kekerasa di daerah kelompok masyarakat kasta tinggi.
Pada tanggal 14 Februari 1981, Devi kembali ke Desa Behmai, tempat dimana ia diculik dan diperk0s4. Devi melakukan balas dendam terhadap anggota geng Rham.
Dalam serangan tersebut, kelompok geng yang dipimpin Devi membunuh 20 orang, termasuk masyarakat desa. Pemb4nt4ian tersebut membuat polisi melakukan pencarian besar-besaran dan pemerintah mengutuk keras aksi tersebut. Namun sebaliknya, Devi mendapatkan dukungan positif dari masyarkaat Uttar Pradesh.
Boneka-boneka yang mirip dengan Devi dijual di berbagai toko di kota. Meda-media juga memberikan pemberitaan dengan nada positif terhadap aksi Devi.
Setelah dua tahun menjadi buron, akhirnya Devi menyerahkan diri dengan alasan kondisi kesehatan yang memburuk dan sebagian besar anggota gengnya sudah mati. Devi didakwa dengan 48 kejahatan, termasuk 30 kali pelakuan.
Persidangannya tertunda selama 11 tahun untuk proses pengobatan yang ia jalani, yaitu kista ovarium. Karena kondisi kesehatannya, akhirnya dibebaskan bersyarat pada tahun 1994. Pada tahun 1996, ia mencalonkan diri dalam pemilihan anggota palemen Lok Sabha mewakili Partai Samajwadi dengan platform membantu orang miskin dan tertinda. Devi berhasil meraih suara rakyat dan menjadi anggota parlemen. Pada tahun 2001, Devi ditemukan tewas tertembak mati oleh tiga pria bersenjata di Delhi. Pembvnvh Devi bernama Sher Singh. Motif pembvnvhan tersebut adalah balas dendam atas pemb4nt4ian yang ia lakukan di Behmai.
termasuk 30 kali penculikan. (***)