MENGENANG JENDERAL TNI.(Purn) RYAMIZARD RYACUDU YANG BERPULANG HARI INI

SAAT YANG JAGA KETAR-KETIR JENDERAL RYACUDU MALAH BERDIRI PIMPIN KONTAK TEMBAK LAWAN GAM


MENGENANG JENDERAL TNI.(Purn) RYAMIZARD RYACUDU YANG BERPULANG HARI INI 


Tanggal 20 Februari 2005, saat itu Kepala Staf Angkatan Darat yang dipimpin oleh Jenderal Ryamizard Ryacudu pernah rombongannya di serang GAM atau Gerakan Aceh Merdeka dan sang Jen sendiri kontak tembak tersebut.


Siang menjelang sore di itu di wilayah Lhoknga Daerah Istimewa Aceh, terik mulai terasa, matahari tinggi mulai dan panas terasa membakar apaiagi hamparan sawah setelah panen menjadi kering dan merangas, namun anggota TNI yang bertugas di sana usai menetapkan wilayah Aceh sebagai Daerah Operasi Militer harus selalu waspada.


Tiba-tiba suara tembakan dari arah rerimbunan pohin disebrang persawahan kering terdengar, suara senapan AK-47.


Segera pasukan yang didesa tersebut mengambil gerakan menghindar sambil melepaskan tembakan ke arah lawan, dimana arah tembakan lawan terdengar.


Suara senapan buatan Rusia ini sangat dihapal oleh anggota TNI yang bertugas di Aceh karena rata-rata para anggota separatis Gerakan Aceh Merdeka memakai senapan ini.


Baru kontak beberapa menit terjadi penembakan, dari radio terdengar rombongan Kepala Staf Angkatan Darat akan sampai ke wilayah desa Cot, Kecamatan Long, Aceh Besar. 


Makin siaga personil yang dilokasi dimana KSAD akan meninjau sebuah jembatan yang baru saja diperbaiki personil zeni TNI AD karena sebelumnya rusak akibat Tsunami tahun 2004 lalu.


Termasuk anggota CPM yang ditugaskan didaerah konflik, termasuk Sertu CPM. Anwar Riyadi yang memang ditugaskan di daerah tersebut.


Misalnya saat itu rombongan KSAD hendak kembali ke Posko Tentara Manunggal Membangun Desa di Mata Ie, rombongan KSAD diberitahu bahwa telah terjadi kontak senjata di Desa Cot, Kecamatan Long, Aceh Besar, tidak jauh dari rombongan sedang berada.KSAD Jenderal Ryamizard, yang sepanjang perjalanan sejauh 50 kilometer menyopir sendiri kendaraan militer pick up terbuka, langsung mengarahkan rombongan ke lokasi kontak senjata. 


Tiba di lokasi, sekitar pukul 15.00 WIB, Ryamizard terjun langsung mengejar pasukan GAM yang melarikan diri. Ryamizard menyandang senjata laras panjang MP5. Sebagian besar wartawan, terutama kameramen televisi ikut melakukan lari kecil mengikuti Ryamizard.


Saat kontak tiba lokasi tembak, pria kelahiran Palembang ini malah berlari ke tepi hamparan sawah lalu menembakkan senjata MP4 yang ia bawa dengan sesekali mengeluarkan perintah,


“Suruh kejar ke sisi kiri itu anak-anak!”, perintah KSAD itu pada ajudan yang ada di samping dan pembawa radio lalu kembali menembakkan senjatanya.


Beberapa kali putra Walikota Jenderal Musannif Ryacudu ini memberi perintah sambil terus menembak pada posisi musuh hingga kontak yang berlangsung 20 sampai 30 menit itu berakhir.


Pasukan GAM yang berjumlah 20-an orang diperkirakan menggunakan senjata AK 47.


Usai melakukan pendinginan yang berlangsung sekitar 30 menit, Jenderal Ryamizard menyatakan kontak senjata berlangsung sekitar 15 menit dalam jarak sekitar 100 meter. 


"Kita ketar ketir melihat ikut Jenderal baku tembak, sambil menembak saya beberapa kali melihat ke Beliau, takut terjadi apa-apa, namun syukurlah tak ada yang tertembak" ujar Kapten Cpm. Anwar Riyadi pada saya saat menceritakan pengalaman saat bertugas di Aceh.


Anggota GAM sulit dikejar karena lari ke rawa-rawa dan bukit di sekitar lokasi.Sebelumnya dalam rapat di Kantor Posko TMMD Mata Ie, KSAD Jenderal Ryamizard Ryacudu, yang pada akhirnya menyerahkan jabatannya Letjen Djoko Santoso pada akhir Februari 2005 akan dikenang sebagai Jenderal yang tak hanya bisa di belakang meja.


Seperti yang dikisahkan oleh Kapten Cpm. Anwar Riyadi saat ini menjabat komadan Kompi C Batalyon Pomad.


Jendral TNI. (Purn) Ryamizard Ryacudu. Ryamizard meninggal dunia di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD), Jakarta, pada Minggu (31/5), dalam usia 76 tahun.


Selamat jalan Jendral ????

Kami akan rindu memimpin yang maju ke depan bukan di belakang meja ????????


Oleh Beny Rusmawan.

(***)