Ada kisah, Gurawan ahmad Yani kepada Pak Nas"



Pada tanggal 17 April tahun 1958 pukul 05:00 penyebaran dimulai di pantai Padang. Pendaratan di Padang ini kebetulan bulan puasa mendekati lebaran.

Mengingat masyarakat Sumatera Barat itu kehidupan beragamanya kuat sekali, kepala pusroh Adiwijaya menyarankan kepada pak Yani (kolonel Ahmad Yani) agar sholat Ied dengan tujuan mengambil simpati rakyat.

Pak Yani tidak suka hal-hal semacam ini. Pak Yani mengatakan: “Sembahyang itu bukan untuk ditonton oleh banyak orang, “Sembahyang itu di tunjukan kepada Alloh semata.” Jawabannya ketus.

Pak Nas (Jendral AH Nasution) sangat sependapat dengan pendirian pak yani semacam ini. Dia sangat yakin akan dirinya.


Setelah keadaan sumatera barat cukup terkendali, pada tanggal 24 Juni 1958, dua bulan kemudian pak yani di tarik kembali ke jakarta. Pak Yani di gantikan oleh kolonel Pranoto reksosamudro.


Sesudah kembali dari operasi (Padang, Sumatera Barat), Pak Yani memperoleh mobil station wagon pengganti mobil fiat. Mobil ini lebih besar dan mampu menampung anak-anaknya semua. Sambil bergurau pak yani mengatakan kepada pak nas "Pak nas mobil itu cukup besar untuk membawa anak-anak saya, jadi mereka semua bisa duduk, tidak perlu ada yang berdiri lagi." pak nas tersenyum dan memaklumi bahwa, pak Yani itu anaknya banyak.


Pak Yani sebenarnya sangat kecewa dengan pemberontakan PRRI dan permesta. Tokoh-tokoh seperti Ahmad Husein, Dahlan Djambek dan Nainggolan adalah sahabat-sahabat dekat pak yani.

Menurut pak Yani kenapa sahabat-sahabatnya tidak berbicara lebih dahulu dengan dirinya tentang masalah-masalah yang mereka anggap sebagai penyebab mereka berontak itu. Namun sebagai prajurit sesuai wataknya Pak Yani tidak akan pernah membiarkan seseorang melakukan pembangkangan serta adanya sikap dan perilaku yang menghancurkan disiplin militer. Terbukti kemudian setelah Ahmad Husein menyerah kepada pemerintah pusat (Dahlan Djambek dan Nainggolan terbunuh dalam peristiwa PRRI) hubungan keduanya tetap baik.

???????? : "Profil seorang prajurit TNI" karya ibu Amelia Yani.


#sejarah #sejarah #PRRI #G30SPKI #ahmadyani #nasution #sumaterabarat