Pasca CFD, Taman Amahami Kembali Menjadi Cerminan Kesadaran Bersama
Kota Bima – Taman Amahami merupakan salah satu ruang publik kebanggaan masyarakat Kota Bima yang setiap pekan menjadi pusat aktivitas warga, terutama saat pelaksanaan Car Free Day (CFD).
Kehadiran ribuan masyarakat untuk berolahraga, bersantai, dan menikmati suasana pagi menjadi gambaran tingginya antusiasme warga terhadap ruang terbuka hijau yang telah disediakan pemerintah.
Namun demikian, pasca pelaksanaan CFD, masih ditemukan sampah yang tertinggal di beberapa titik kawasan taman. Kondisi ini menjadi pengingat bahwa kebersihan lingkungan bukan hanya tanggung jawab petugas kebersihan, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh masyarakat yang memanfaatkan fasilitas publik.
Petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bima setiap hari berupaya menjaga kebersihan taman, jalan, dan fasilitas umum lainnya. Namun, upaya tersebut akan lebih maksimal jika dilakukan dengan kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya serta mengurangi penggunaan sampah sekali pakai saat beraktivitas di ruang publik.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bima mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan Taman Amahami sebagai contoh budaya hidup bersih dan tertib.
Keindahan taman bukan hanya diukur dari fasilitas yang tersedia, tetapi juga dari kesadaran masyarakat yang menjaganya.
Mari kita meninggalkan jejak kebaikan, bukan jejak sampah. Apa yang kita bawa saat datang, hendaknya kita bawa kembali saat pulang atau dibuang ke tempat yang telah disediakan.
DLH Kota Bima juga mengimbau kepada seluruh pengunjung CFD, pedagang, komunitas, dan keluarga yang beraktivitas di kawasan Taman Amahami agar:
Membiasakan membuang sampah pada tempatnya.
Mengurangi penggunaan plastik sekali pakai atau membawa tas sendiri dari rumah
Mengawasi anak-anak agar tidak membuang sampah sembarangan.
Menjaga fasilitas taman agar tetap bersih dan nyaman digunakan bersama.
Taman Amahami adalah milik kita bersama. Menjaganya tetap bersih bukan sekadar kewajiban, tetapi bentuk kecintaan terhadap Kota Bima.
Dengan kesadaran dan kepedulian bersama, ruang publik yang indah, sehat, dan nyaman akan terus dapat dinikmati oleh generasi sekarang maupun yang akan datang.
“Kebersihan Kota Bima dimulai dari kesadaran setiap warga. Jangan wariskan sampah, wariskan budaya bersih.” (***)