Gak Banyak yang Tahu! Ternyata Pangkostrad Baru Ini Adalah Adik Kandung Jenderal Polisi Krishna Murti


Mutasi di tubuh Tentara Nasional Indonesia (TNI) selalu menarik untuk dikupas. Namun, ada satu fakta unik yang belum banyak diketahui publik di balik penunjukan Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) yang baru, Letnan Jenderal (Letjen) TNI Mohammad Fadjar.


Siapa sangka, jenderal bintang tiga dari korps baret merah Kopassus ini ternyata merupakan adik kandung dari perwira tinggi Kepolisian Republik Indonesia (Polri) yang sangat populer di media sosial, yaitu Irjen Pol. Kresna Murti!


Fenomena kakak-beradik yang sama-sama sukses menembus jajaran jenderal di dua instansi keamanan tertinggi di Indonesia (TNI-Polri) ini tentu menjadi prestasi yang sangat langka dan membanggakan.


Tumbuh dari Keluarga Prajurit dan Diplomat

Pengabdian kepada negara Darah memang mengalir kuat di keluarga mereka. Letjen Mohammad Fadjar dan Irjen Krishna Murti merupakan putra dari (Alm) Brigjen TNI (Purn) H. Bom Soerjanto.


Sang ayah adalah purnawirawan TNI AD lulusan Akademi Militer Nasional (AMN) 1966 dari korps Artileri Medan, yang di masa pensiunnya pernah dipercaya oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjadi Duta Besar RI untuk Papua Nugini merangkap Kepulauan Solomon periode 2006–2010.


Rekam Jejak Sangar: Intelek Berbaret Merah

Lulus dari Akademi Militer (Akmil) pada tahun 1993, Mohammad Fadjar memilih jalur pasukan elit Infanteri Kopassus. Sebagai prajurit komando, ia kenyang dengan berbagai operasi lapangan, termasuk diterjunkan langsung dalam operasi militer di Timor Timur.


Namun, Fadjar bukan sekadar jenderal yang jago di medan tempur. Ia adalah seorang perwira yang dikenal sangat intelek. Fadjar merupakan lulusan S-2 bidang Policing, Intelligence and Counter-Terrorism di Macquarie University, Sydney, Australia. Bekal ilmu intelijen dan penanggulangan terorisme internasional ini menjadikannya menjadi kekuatan yang berwawasan luas.


Di jajaran Korps Baret Merah, ia pernah memegang posisi-posisi krusial, mulai dari Komandan Batalyon 23 Grup 2 Kopassus, Komandan Grup 1/Para Komando, hingga menjabat sebagai Komandan Pusat Pendidikan dan Latihan Pasukan Khusus (Danpusdiklatpassus) Kopassus.


Pernah Jadi Perisai Hidup Presiden Jokowi

Karier Fadjar semakin meroket ketika ia ditarik masuk ke lingkaran dalam Istana Kepresidenan. Pada periode tahun 2015–2016, ia terpilih menjadi Ajudan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). Tugas mengawal ketat orang nomor satu di Indonesia ini menjadi salah satu bukti kepercayaan besar negara atas kapabilitasnya.


Selepas dari istana, estafet kepemimpinannya terus melesat di berbagai daerah, di antaranya:


Danrem 023/Kawal Samudera dan Danrem 031/Wira Bima.


Direktur Jenderal Potensi Pertahanan (Dirjen Pothan) Kemhan.


Panglima Kodam (Pangdam) III/Siliwangi pada awal tahun 2024.


Komandan Kodiklat (Dankodiklat) TNI pada September 2024.


Puncaknya, berdasarkan Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/1545/XII/2024, Letjen TNI Mohammad Fadjar resmi dipromosikan untuk memegang tongkat komando tertinggi di Markas Kostrad sebagai Pangkostrad sejak 30 Desember 2024.


Kisah Letjen Mohammad Fadjar dan sang kakak, Irjen Krishna Murti, menjadi inspirasi nyata bagaimana sebuah keluarga mampu mendidik putra-putrinya hingga mencapai puncak pengabdian tertinggi demi menjaga kedaulatan NKRI.


(***)