Mantan Pasukan Elite Kopassus, Jenderal Bintang 3 Ini Kini Dipercaya Pegang Kunci Pencetak Perwira Akademi TNI!


Komando pencetak perwira-perwira tangguh Tentara Nasional Indonesia kini resmi berada di bawah kepemimpinan salah satu putra terbaik Korps Baret Merah. Sejak 14 Maret 2025, Letnan Jenderal (Letjen) TNI Raden Sidharta Wisnu Graha resmi mengemban amanat strategis sebagai Komandan Jenderal (Danjen) Akademi TNI.


Sebelum naik pangkat menjadi jenderal bintang tiga dan memimpin institusi integratif tersebut, Sidharta tercatat menduduki jabatan sebagai Staf Khusus Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad).


Bagaimana rekam jejak Jenderal Baret Merah yang kini memegang kunci utama masa depan TNI ini? Simak ulasannya!


Dibesarkan di Kerasnya Satuan Elite Kopassus

Langkah Raden Sidharta Wisnu Graha di dunia militer dimulai ketika ia menyelesaikan pendidikannya di Akademi Militer (Akmil) dan lulus pada tahun 1991. Selepas dari Lembah Tidar, ia memilih bergabung dengan kecabangan Infanteri dan berhasil menembus satuan elit Kopassus.


Sebagai prajurit komando, Sidharta dilatih dalam berbagai taktis operasi yang menuntut disiplin tinggi, loyalitas tanpa batas, serta kemampuan berpikir cepat di bawah tekanan. Pengalaman lapangan yang matang di korps baret merah inilah yang membentuk karakter kepemimpinannya yang tegas, berkarakter, namun tetap visioner.


Memegang Kunci Pencetak Pemimpin Masa Depan 3 Matra

Dengan jabatan barunya sebagai Danjen Akademi TNI, tanggung jawab yang dipikul Letjen TNI Raden Sidharta Wisnu Graha kini menjadi sangat vital bagi negara. Ia memegang kendali penuh dalam mengintegrasikan serta pematangkan kurikulum pendidikan bagi seluruh taruna dan taruni dari tiga matra sekaligus, yaitu:


Akademi Militer (Akmil) – Darat


Akademi Angkatan Laut (AAL) – Laut


Akademi Angkatan Udara (AAU) – Udara


Tugas utamanya bukan sekadar melatih fisik, melainkan melahirkan generasi baru pemimpin militer Indonesia yang modern, adaptif, serta memiliki jiwa korsa yang solid. Di tangan dingin sang Jenderal Kopassus inilah, calon-calon Panglima dan pimpinan tertinggi TNI di masa depan digembleng untuk menjaga kedaulatan utuh NKRI.


(***)