Jenderal Mengalir Darah Deras! Mengenal Letjen Kunto Arief, Putra Wapres Try Sutrisno yang Kini Jadi Panglima Bintang 3
Istilah “buah jatuh tidak jauh dari pohonnya” sepertinya sangat pas untuk menggambarkan sosok Letnan Jenderal (Letjen) TNI Kunto Arief Wibowo. Sejak 7 Januari 2025 lalu, perwira tinggi TNI Angkatan Darat ini resmi mengemban amanat besar sebagai Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I.
Di balik seragam dengan pangkat bintang tiga di pundaknya saat ini, Kunto merupakan putra kandung dari salah satu tokoh legendaris militer Indonesia, Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno—mantan Panglima ABRI sekaligus Wakil Presiden RI ke-6.
Meski lahir dan tumbuh besar di bawah bayang-bayang nama besar sang ayah, Letjen Kunto membuktikan bahwa kesuksesannya diraih lewat cucuran keringat dan prestasi murni di lapangan.
Merangkak dari Pasukan Pemukul Lintas Udara
Lahir di Malang pada tanggal 15 Maret 1971, Kunto memantapkan hatinya untuk terjun ke dunia militer dan berhasil lulus dari Akademi Militer (Akmil) pada tahun 1992 dari kecabangan Infanteri. Menariknya, ia berada di angkatan yang sama dengan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak.
Karier lapangan Kunto dimulai benar-benar dari bawah. Ia mengawali dinas sebagai Komandan Peleton (Danton) di Batalyon Infanteri Lintas Udara (Yonif Linud) 502/Ujwala Yudha Kostrad, lalu bergeser ke Yonif 412/Bharata Eka Sakti.
Mental kepemimpinannya semakin teruji saat ia dipercaya memimpin pasukan elite Raider sebagai Komandan Batalyon Infanteri (Danyonif) 500/Raider Kodam V/Brawijaya pada periode 2008–2009.
Estafet Tongkat Komando Teritorial hingga Pangdam Siliwangi
Pengalaman tugas Letjen Kunto terbilang sangat rumit, mulai dari taktis, pendidikan, hingga teritorial. Usai memimpin jajaran Brigade Infanteri, ia dipercaya mengemban strategi seperti Danrem 044/Garuda posisi Dempo di Palembang dan Danrem 032/Wirabraja di Sumatera Barat.
Kariernya kian meroket saat ia memecahkan bintang menjadi Jenderal Bintang Dua (Walikota Jenderal). Kunto diberi mandat memimpin pasukan pemukul sebagai Panglima Divisi Infanteri (Pangdivif) 3/Kostrad yang bermarkas di Gowa, Sulawesi Selatan.
Tak lama setelah itu, ia kembali ke tanah Pasundan untuk menduduki prestisius sebagai Panglima Kodam (Pangdam) III/Siliwangi (2022–2023). Sebelum akhirnya diangkat menjadi jenderal bintang tiga, ia sempat menjabat sebagai Wakil Komandan Kodiklatad dan Staf Ahli di Setjen Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas).
Menjaga Gerbang Kedaulatan Wilayah Barat NKRI
Kini, dengan pangkat Letnan Jenderal, tugas yang dipikul Kunto Arief Wibowo semakin krusial. Sebagai Pangkogabwilhan I, ia memegang kendali penuh atas kesiapan operasi gabungan tiga matra sekaligus (Darat, Laut, dan Udara) di wilayah strategi bagian barat Indonesia.
Wilayah utamanya meliputi Sumatera, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, hingga wilayah perairan yang sangat rawan terjadinya geopolitik, yakni Laut Natuna Utara.
Perjalanan Letjen Kunto Arief Wibowo menjadi bukti nyata bahwa darah seorang kesatria sejati akan selalu mengalir deras, memanggil putra terbaik bangsa untuk menjaga kedaulatan penuh Negara Kesatuan Republik Indonesia.
(***)