EPISODE 1: GADIS KECIL YANG MEMBERIKAN SEBOTOL AIR
GADIS KECIL MENOLONG PENGUSAHA KAYA YANG MOBILNYA MOGOK—TAPI SAAT PRIA ITU TAHU DI MANA GADIS ITU TINGGAL, HIDUP MEREKA BERDUA BERUBAH SELAMANYA!*
Saat itu tengah hari di sebuah jalan sepi di pinggiran kota. Matahari sangat terik, jalanan berdebu, dan hampir tak ada kendaraan yang melintas. Di sanalah mobil hitam milik Don Rafael, seorang pengusaha kaya yang terbiasa bekerja di kantor ber-AC, makan di restoran mewah, dan dilayani ke mana pun ia pergi, tiba-tiba mogok.
Kap mobil terbuka. Asap tipis mengepul dari mesin. Don Rafael berkeringat deras sambil berulang kali mencoba menghubungi sopir dan mekaniknya, tetapi sinyal ponselnya sangat lemah.
"Apa-apaan tempat ini," gerutunya kesal. "Tidak ada sinyal, tidak ada bantuan, tidak ada apa-apa."
Saat ia berdiri di samping mobil, seorang gadis kecil perlahan mendekat dari tepi jalan. Tubuhnya kurus, pakaiannya lusuh, dan sandal jepitnya sudah hampir putus. Di tangan tergenggam genggaman air minum yang sepertinya sudah lama ia simpan.
"Pak," katanya pelan, "minumlah dulu. Cuacanya sangat panas."
Don Rafael menatap gadis itu. Awalnya dia ragu. Ia tidak terbiasa menerima bantuan dari anak kecil yang sama sekali tidak dikenalnya.
"Ini punyamu?" tanyanya.
Gadis itu mengangguk.
"Iya, Pak. Tapi Bapak lebih berteriak. Wajah Bapak kelihatannya hampir pingsan."
Don Rafael menerima botol air itu. Setiap tegukan terasa begitu menyegarkan. Sementara itu, ia memperhatikan gadis kecil tersebut terus menatap ke arah mesin mobilnya.
"Kamu mengerti soal mobil?" tanyanya heran.
“Tidak banyak, Pak,” jawab gadis itu. "Tapi dulu Ayah saya seorang montir. Kalau mesin berasap, kadang harus minta izin dulu. Di dekat sini ada sumur. Saya ambilkan udara untuk radiator, ya."
Sebelum Don Rafael sempat berhenti, gadis itu sudah berlari.
Beberapa menit kemudian, ia kembali sambil membawa ember kecil berisi air. Langkahnya terlihat berat, tapi sedikit pun ia tidak mengeluh.
Don Rafael memandangnya dengan kagum.
"Siapa namamu?"
"Lia, Pak."
"Kenapa kamu mau menolongku?"
Lia teringat sejenak, lalu tersenyum kecil.
"Ibu saya selalu bilang, kalau ada orang yang membutuhkan bantuan, bantulah semampunya... walaupun kita sendiri tidak punya banyak."
Don Rafael langsung meramaikan.
Jawaban sederhana itu seolah-olah memuaskannya.
Ia memiliki kekayaan hingga **triliunan rupiah**, tetapi sangat jarang membantu orang lain tanpa mengharapkan sesuatu sebagai balasan.
Sementara gadis kecil di hadapannya hampir tidak memiliki apa pun, namun rela memberikan air minum terakhirnya kepada seorang asing.
Don Rafael belum mengetahui...
Bahwa gadis kecil yang baru saja membantunya akan pulang ke sebuah tempat yang membuat hatinya hancur—dan pertemuan singkat hari itu akan mengubah hidup mereka berdua untuk selamanya.
**EPISODE 2 ADA DI KOLOM KOMENTAR????????????**
**Jangan melewatkan alur cerita dengan plot twist yang akan membuat Anda benar-benar terkejut!**