KISAH CINTA YANG TAK LEKANG OLEH WAKTU
Pada masa Kesultanan Bima, pendidikan menjadi prioritas utama Sultan Muhammad Salahuddin.. sekolah agama dan sekolah pertanian disetiap kampung didirikan.. siswa yg berprestasipun di sekolahkn untuk membangun Bima.. selanjutnya wajib mengabdi pd Dana Mbojo.. begitu juga ilmu pemerintahan di Bima yang tersohor dengan hukum adatnya.. tata pemerintahannya.. sehingga Kesultanan Bima menjadi pusat Pendidikan di Indonesia bagian Timur..
Hal ini menarik perhatian dari calon Sultan Bacan.. sebelum menjadi Sultan.. calon Raja ini diutus untuk menimba ilmu di Kesultanan Bima..
Dan dia tinggal di komplek perumahan pejabat di Raba.. dan bertemulah dengan gadis Bima yang cantik berambut panjang..namun sayangnya sang calon Raja harus menikah dengan putri raja pula.. atau bangsawan tingkat tinggi..
Akhirnya cinta pun kandas ditikungan......
Agar tidak larut dalam percintaan yang kandas.. Sang Calon Raja dipindahkan ke Sumbawa untuk menuntut ilmu sebagai bekalnya kelak menjadi Sultan...
Setelah menjadi Raja atau Sultan yang berkuasa di negerinya.. kenangan manisnya diabadikan.. Sang Sultan membangun kedatonnya yang mirip dengan tempat tinggalnya dulu sewaktu di Bima..
Kenangan manis yang tak lekang oleh waktu dan tak terkikis oleh zaman... menjadi abadi dalam sebuah astana cantik...
Selanjutnya turunannya mengabadikan foto rumah tinggal Sang Sultan di Bima.. dan menjadi dokumentasi yang terpampang di dinding kedaton Bacan.. mengabadikan kisah yang tak lekang oleh waktu...... Dan tak termakan oleh zaman...
Berbekal foto dari Kedaton Bacan.. kamipun menelusuri rumah ini di Raba.. dan alhamdulillah ketemu..
Kisah ini tak tertulis dalam naskah ataupun dokumen.. tapi dikisahkan secara lisan..
ROMANTISSS BANGETTTTT...gak sih??????????????????