Tragedi KM Nurul Salsa Mati Mesin

Tragedi naas menimpa kapal KM Nurul Salsa yang berlayar dari Pelabuhan Jampea menuju Pelabuhan Benteng, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Kapal ini dilaporkan tenggelam pada Rabu (15/07/2026) sekitar pukul 05.00 WITA, ketika berada di posisi sekitar 43 mil laut dari pelabuhan tujuan. Diduga kuat kejadian pendarahan di tengah laut ini terjadi akibat kapal mengalami mati mesin di tengah perjalanan.


Proses evakuasi dan pencarian terus dilakukan secara masif oleh tim gabungan. Berdasarkan data terkini dari Posko Operasi SAR hingga Minggu (19/7) siang, sebanyak 59 penumpang dari total 78 orang berhasil diselamatkan. Sayangnya, musibah ini telah memakan satu jiwa korban yang ditemukan dalam kondisi kematian dunia, sementara 18 penumpang lainnya masih dinyatakan hilang dan dalam pencarian.


Di tengah ketakutan musibah tersebut, beredar sebuah foto memilukan yang tiba-tiba viral di media sosial. Foto itu merekam momen haru seorang kakek bernama Umar (80) yang dengan penuh kasih sayang menyerahkan jaket pelampung miliknya kepada sang cucu, Naura (13). Foto memilukan tersebut sempat dikirimkan oleh korban kepada kerabatnya, Eka, saat detik-detik kapal mulai karam karena mati mesin.


Eka mengaku sempat berkomunikasi via telepon dengan keluarganya sejak pagi hingga sambungan telepon terputus total sekitar pukul 16.00 WITA. Tak hanya kakek Umar dan Naura, tiga kerabat lainnya yaitu Maridaeng (60), Bau Intang (50), dan Syahrul Amin (53) yang sama-sama berasal dari Kelurahan Putabangun, Kecamatan Bontoharu, juga ikut menjadi korban. Kelima anggota keluarga tersebut hingga kini masih masuk dalam daftar penumpang yang hilang.

(***)