Mengenal 5 Tradisi Unik Suku Bima yang Tak Banyak Orang Tahu

Mungkin masih banyak orang yang belum familier dan mengenal Suku Bima. Ya, Populasi Suku Bima sendiri di Indonesia memang tak sebanyak Suku Jawa. Suku Bima adalah salah satu suku yang berada di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Mayoritas suku ini mendiami Pulau Sumbawa bagian timur tepatnya di Kota Bima dan Kabupaten Bima.

Pada masyarakat Suku Bima beberapa warisan leluhur masih terpelihara dan terus dijalankan secara turun-temurun hingga saat ini dan tercermin dalam setiap aktivitas masyarakatnya. Berikut ini ada lima tradisi unik dari Suku Bima yang masih dilakukan oleh masyarakatknya hingga sekarang dan belum banyak diketahui orang.

Seperti apa keunikannya? Simak yuk!

1. Rimpu

  

Rimpu merupakan tradisi berbusana untuk kaum perempuan suku Bima dengan menggunakan sarung tenun khas Bima yaitu “Tembe Nggoli”. Cara pemakaiannya membutuhkan dua lembar kain, yaitu satu lembar kain pertama yang dililitkan ke kepala dan menyisakan bagian terbuka untuk wajah, lalu sisa kain dijulurkan hingga ke perut menutupi lengan dan telapak tangan. Kemudian untuk kain kedua dikenakan dengan cara melipatkan kain di pinggang hingga ke bawah seperti penggunaan kain sarung pada umumnya.

Konon, tradisi berbusana ini sudah ada sejak jaman Kesultanan Bima. Meskipun tradisi berbusana rimpu ini sudah mulai jarang digunakan oleh generasi muda suku Bima sekarang, namun kini mulai sering diperkenalkan kembali pada acara-acara kebudayaan yang diadakan oleh dinas kebudayaan setempat.

2. Mbolo Weki


Dalam bahasa Bima, Kata Mbolo bermakna bundar atau melingkar. Sedangkan Weki bermakna kumpulan, kerumunan, atau sekelompok. Dalam arti sederhana Mbolo Weki berarti sebuah musyawarah diantara lingkungan keluarga, atau kegiatan berkumpul yang dilakukan untuk tujuan mempererat hubungan antar keluarga.

Tradisi Mbolo Weki biasanya diselenggarakan untuk mempersiapkan suatu acara penting dari sebuah keluarga suku Bima. Misalnya acara pernikahan, dalam tradisi Mbolo Weki pada persiapan acara penikahan perwakilan keluarga yang hadir akan memberikan bantuan berupa uang ataupun beberapa kebutuhan kepada keluarga yang akan menyelenggarakan hajatan untuk membantu persiapan acara pernikahan tersebut.

3. Peta Kapanca


Salah satu tradisi yang masih berjalan saat ini ditengah masyarakat suku Bima adalah Peta Kapanca. Peta Kapanca adalah ritual khusus bagi calon pengantin wanita suku Bima sebelum menikah. Ritual Peta Kapanca dilakukan satu hari sebelum prosesi akad atau pesta pernikahan.

Pada ritual ini, kapanca atau daun pacar yang sudah dihaluskan akan ditempelkan di kedua telapak tangan calon pengantin wanita secara bergilir oleh ibu-ibu pemuka adat, tokoh masyarakat dan tokoh agama.

Makna filosifis dari tradisi Peta Kapanca ini yaitu, daun pacar yang dilumatkan dan ditempelkan pada kedua telapak tangan sang calon pengantin wanita sebagai simbol bahwa sebentar lagi calon pengantin wanita tersebut akan menjadi seorang istri dari calon pengantin pria yang sudah meminangnya. Hingga kini, tradisi ini masih terus dipertahankan oleh masyarakat suku Bima.

4. Ampa Fare


Ampa fare diambil dari dua kata yaitu ampa yang berarti mengangkat dan fare yang berarti padi. Tradisi ini merupakan salah satu tradisi menyimpan hasil panen padi ke lumbung yang disebut masyarakat Suku Bima dengan Uma Lengge. Hasil tani yang sudah dipanen dinaikan secara bersama-sama ke dalam Uma Lengge dan disimpan sebagai cadangan pangan.

Tradisi yang konon sudah berlangsung sejak abad ke-8 ini mengandung makna doa dan ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas keberhasilan hasil panen yang melimpah serta mengajarkan masyarakat agar selalu hidup berhemat.

5. Tenun Tembe Nggoli


Zaman dahulu, para wanita dari suku Bima diwajibkan memiliki keahlian dalam menenun. Keahlian menenun ini lalu diwariskan secara turun-temurun kepada anak-anak sejak usia belia oleh para Ibu mereka dan terus diturunkan ke generasi selanjutnya hingga kini.

Salah satu hasil kain tenun tradisional khas dari Bima ini adalah Tembe Nggoli. Bagi masyarakat Bima, sarung tenun Tembe Nggoli ini adalah warisan budaya yang harus dijaga dan dilestarikan hingga kini.

Nah, itu tadi lima tradisi unik dari suku Bima yang tak banyak orang tahu. Menurut kalian nomor berapa yang paling unik?