H. Abdullah, Tokoh Pendidikan dan Sejarah di Dompu

????. ???????????????????????????????? ????. ????. ????????????????????, ????.????????.


???????????????????? ????????????????????????????????????????, ????????????????????????????????????, ????????????????????????????????????, ???????????? ???????????????????????????????????? ???????????????????????????? ???????????????????? ???????????????????????????????????????? ????????????????????.


???????????????????????? ???????????????????????????? ????????????????????


H. Abdullah H. M. Saleh, S.Pd., yang lebih dikenal masyarakat dengan sapaan Haji Dole Magenda, merupakan salah satu tokoh pendidikan dan budayawan senior Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat. Kiprahnya selama puluhan tahun berpusat pada pelestarian sejarah, bahasa, adat istiadat, serta nilai-nilai budaya masyarakat Dompu melalui dunia pendidikan dan literasi.


Di tengah arus modernisasi, beliau memilih menempatkan pendidikan sebagai media untuk menjaga identitas daerah. Melalui berbagai tulisan, kajian sejarah, dan penyusunan bahan ajar, Haji Dole Magenda berupaya memastikan generasi muda tetap mengenal akar budaya dan sejarah tanah kelahirannya.


"???????????????????????? ???????????????? ???????????????????????????????? ???????????????????????????? ???????????? ???????????????????????????????????? ???????????????? ???????????????????? ???????????????? ???????????????????????????????????? ???????????????? ????????????????????????????????."


???????????????????? ???????????????????????????????? ????????????????????????????????


H. Abdullah H. M. Saleh lahir pada 18 April 1948. Beliau menetap di Lingkungan Magenda, Kelurahan Potu, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat lebih mengenalnya dengan panggilan Haji Dole Magenda, sebuah sapaan yang telah melekat dan menjadi bagian dari identitas sosialnya.


Beliau berasal dari keluarga yang memiliki perhatian terhadap pendidikan, sejarah, dan nilai-nilai keagamaan. Dalam berbagai aktivitasnya, Haji Dole Magenda dikenal sebagai sosok yang sederhana dan konsisten menjaga warisan budaya Dompu. Kecintaannya terhadap sejarah juga tampak dari kebiasaannya mengenakan atribut bertuliskan "Ncuhi", istilah yang merujuk pada pemimpin wilayah Dompu pada masa sebelum berdirinya kerajaan dan kesultanan.


???????????????????? ???????????????????????????????? ????????????????????????????????????????


H. Abdullah H. M. Saleh menempuh pendidikan hingga meraih gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.). Latar belakang pendidikan tersebut menjadi bekal dalam menjalani pengabdian sebagai pendidik sekaligus pengembang materi pembelajaran berbasis budaya lokal.


Perpaduan antara kompetensi pendidikan formal dan kecintaannya terhadap sejarah daerah menjadikan beliau mampu menyusun materi pembelajaran yang tidak hanya bersifat akademis, tetapi juga memperkuat identitas budaya masyarakat Dompu.


???????????????????????????????????????? ???????????????????????? ???????????? ????????????????????????????????????????


Sebagai seorang pendidik, Haji Dole Magenda mengabdikan sebagian besar hidupnya pada dunia pendidikan dan pelestarian budaya. Dalam berbagai kesempatan, beliau aktif menjadi narasumber mengenai sejarah Kerajaan Dompu, asal-usul masyarakat Dompu, bahasa daerah, hingga perkembangan kebudayaan lokal.


Beliau juga dikenal sebagai salah satu rujukan sejarah lokal yang sering menjadi tempat berdiskusi bagi peneliti, mahasiswa, pemerhati budaya, maupun masyarakat yang ingin memahami sejarah Dompu secara lebih mendalam.


Selain itu, beliau turut menjaga berbagai catatan sejarah, silsilah kerajaan, tradisi lisan, serta dokumentasi kebudayaan bersama sejumlah tokoh sejarah Dompu lainnya. Aktivitas tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan memori kolektif masyarakat Dompu.


???????????????????????????????????????? ???????????????????????????????? ????????????????????????????????????????/????????????????????????


Kontribusi terbesar H. Abdullah H. M. Saleh adalah penyusunan 12 jilid buku Muatan Lokal (Mulok) Kebudayaan Dompu. Karya tersebut disusun sebagai bahan ajar agar peserta didik di Kabupaten Dompu memiliki pemahaman mengenai sejarah daerah, bahasa Mbojo-Dompu, adat istiadat, nilai budaya, serta identitas lokal.


Langkah tersebut merupakan bentuk kepeduliannya terhadap semakin berkurangnya pengetahuan generasi muda mengenai budaya daerah akibat perubahan sosial dan perkembangan teknologi.


Selain menulis buku, beliau juga aktif memberikan masukan dalam berbagai diskusi mengenai pelestarian sejarah dan kebudayaan Dompu. Berbagai pandangan dan pengetahuannya menjadi referensi dalam penulisan sejarah lokal maupun kegiatan kebudayaan di Kabupaten Dompu.


Melalui dedikasinya, Haji Dole Magenda menunjukkan bahwa pelestarian budaya bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau lembaga pendidikan, tetapi juga memerlukan peran aktif masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap warisan leluhur.


???????????????????????????????????? ???????????????? ???????????????????????????? ????????????????????


Gagasan utama H. Abdullah H. M. Saleh berpusat pada pentingnya menjadikan budaya lokal sebagai bagian dari pendidikan formal. Menurut pandangan yang tercermin dalam karya-karyanya, pembelajaran mengenai sejarah dan budaya daerah merupakan sarana untuk membangun karakter, memperkuat identitas, serta menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah.


Beliau juga memandang bahwa modernisasi tidak seharusnya menghilangkan nilai-nilai budaya lokal. Sebaliknya, kemajuan perlu berjalan seiring dengan upaya menjaga bahasa, tradisi, sejarah, dan kearifan lokal agar tetap hidup di tengah masyarakat.


???????????????????????????????? ???????????????? ????????????????????????????????????????????


Beberapa rekam jejak yang terdokumentasi antara lain:


• Tokoh pendidikan dan budayawan Kabupaten Dompu.


• Penyusun 12 jilid Buku Muatan Lokal Kebudayaan Dompu.


• Narasumber sejarah dan kebudayaan Dompu dalam berbagai forum dan publikasi.


• Berkontribusi dalam pelestarian sejarah Kerajaan Dompu, bahasa daerah, adat istiadat, dan nilai budaya lokal.


• Menjadi salah satu rujukan masyarakat, peneliti, dan pemerhati budaya dalam kajian sejarah Dompu.


????????????????????????????


Perjalanan H. Abdullah H. M. Saleh, S.Pd. menunjukkan bahwa pengabdian tidak selalu diwujudkan melalui jabatan, tetapi juga melalui ketekunan menjaga ilmu pengetahuan dan warisan budaya. Di usia yang tidak lagi muda, beliau tetap aktif menulis, mendokumentasikan sejarah, dan berbagi pengetahuan kepada masyarakat.


Dedikasinya menjadi pengingat bahwa pembangunan daerah tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur, tetapi juga dengan upaya menjaga identitas, memelihara ingatan kolektif, dan mewariskan nilai-nilai luhur kepada generasi berikutnya. Kiprah Haji Dole Magenda menjadi bagian penting dari perjalanan intelektual dan kebudayaan Kabupaten Dompu.


???????????????????????????? ????????????????????????????


Tulisan ini disusun berdasarkan sumber-sumber publik yang dapat ditelusuri, meliputi pemberitaan media, publikasi lembaga, dokumentasi kegiatan, wawancara, serta sumber terbuka lainnya yang relevan. Penulisan difokuskan pada rekam jejak, karya, dan aktivitas publik yang terdokumentasi. Informasi yang belum ditemukan dalam sumber yang memadai atau belum dapat diverifikasi secara independen tidak diuraikan lebih lanjut demi menjaga akurasi.


Foto yang digunakan dalam publikasi ini merupakan hasil penyuntingan digital berbasis ilustrasi tokoh dan digunakan semata-mata untuk kepentingan ilustrasi profil.


Profil ini merupakan bagian dari upaya Desa Smart untuk mendokumentasikan tokoh-tokoh yang memiliki kontribusi, gagasan, karya, maupun peran dalam kehidupan sosial, budaya, pendidikan, pemerintahan, ekonomi, dan pembangunan masyarakat.


???????????????????????? ????????????????????????????


• Koran Lensa Pos

• Dokumentasi sejarah Kerajaan Dompu

• Publikasi mengenai Muatan Lokal Kebudayaan Dompu

• Tokoh dan pemerhati sejarah Kabupaten Dompu

• Referensi sejarah dan kebudayaan Dompu yang tersedia di ruang publik


#DesaSmart #ProfilTokoh #HajiDoleMagenda #AbdullahHMSaleh #Budayawan #Sejarawan #Pendidikan #MuatanLokal #BudayaDompu #SejarahDompu #NTB #DesaSmartIndonesia