MAMA, KOMEDI SITUASI Janda dan Tiga Anaknya.


Komedi situasi Mama ternyata punya banyak penggemar. Terbukti semakin banyak saja pemirsanya tiap senin malam pukul 20.30 wib di layar RCTI.


Cerita dan lot awalnya ditulis Arswendo Atmowiloto desainer dengan produser merangkap film Yul Andriyono, tentang mama, Janda dua kali ditinggal mati suami yang punya tiga anak yang mulai dewasa.


Mama cukup kaya berkat warisan dua suami dan sebagai janda paro baya, ia masih membutuhkan seorang pria untuk menjadi suami ketiga. 

Tokoh mama yang mandiri dan dominan diperankan oleh Ully Artha. Aktingnya paten kendati dalam kehidupan sebenarnya ia belum punya anak. 


Si Sulung, Dian Nitami bukan saja kian manis tapi juga mendapat kemajuan berarti dalam berperan sebagai gadis judes dan keras. Si penengah, Elma Theana yang tomboi , kenes dan urakan. Si bungsu Syahrul Gunawan yang masih berakting sebagai anak baru gede dan kolokan. Dibanding Dian dan Elma, Syahrul paling sering absen dalam banyak episode. Sebagai pembantu rumah tangga mereka adalah Oppi Kumis dan Cici Tegal yang punya celetukan celetukan medok khas Tegal. 


Setting adegan hampir selalu di ruang tengah dan ruang tamu. Cukup sederhana sebetulnya, tak sering terjadi lost control contuniuity. Contohnya walaupun ceritanya masih dalam saat yagn sama, anehnya perabotan dan meja kursi di ruagn yagn sama bisa tiba-tiba berbeda. 


Untuk meramaikan muncul bintang tamu pada tiap episode. Misalnya seperti Iszur Muchtar yang berusaha menggaet hati Mama. Tapi kehadirannya ditentang ketiga anak Mama yang kompak. 


Cerita berkembang ketika Dian dan Elma punya pacar. Juga Syahrul sempat gandrung di bule kece Sophia Latjuba yang lebih tua usianya. Elma yang kebelet kawin di jegal oleh Dian yang pantang di langkahi. Kocaknya pacar Dian yang diperankan oleh Donny Kusuma yang tinggi gagah justru berkarakter seperti anak kecil. Saat menghadap Mama untuk melamar selalu memulai dialog dengan terbata-bata.


Dan juga keseruan-keseruan lainnya. Komedi ringan tapi menghibur. 

Ada yang suka mengikuti?


~sumber : MF Mei 1998


(***)