Filosofi Bela Diri Tarung Derajat

Filosofi militansi dalam bela diri Tarung Derajat dipindahkan pada semangat perjuangan hidup dan ketangguhan mental yang diajarkan oleh sang guru, Tarung Derajat lahir dari pengalaman hidup keras di jalanan, sehingga nilai-nilai militansi dalam bela diri ini sangat kuat dan mendalam.

Makna Filosofi Militansi di Tarung Derajat:

Keteguhan Mental dan Fisik:

Militansi dalam Tarung Derajat berarti memiliki mental baja dan kekuatan fisik yang tangguh. Ini mencerminkan kemampuan untuk menghadapi rintangan tanpa gentar dan terus berusaha meski dalam kondisi sulit.

Kedisiplinan dan Komitmen:

Latihan keras yang konsisten mencerminkan kedisiplinan tinggi. Komitmen untuk selalu meningkatkan diri menunjukkan sikap militan seorang petarung sejati.


Pantang Menyerah:

Tarung Derajat mengajarkan bahwa hidup adalah perjuangan. Militansi tercermin dalam semangat pantang menyerah, selalu bangkit setiap kali terjatuh.

Siap Bertanggung Jawab:

Seorang petarung Tarung Derajat tidak hanya berani dalam menghadapi lawan, tetapi juga siap bertanggung jawab atas setiap tindakan yang diambil, baik dalam latihan maupun kehidupan sehari-hari.

aku Ramah Tapi bukan berarti Takut, Tunduk bukan berqrti Takluk:

Ini adalah motto utama dalam Tarung Derajat. Militansi bukan berarti agresif tanpa kendali, tetapi keberanian yang dikombinasikan dengan kerendahan hati dan kecerdasan dalam kecerdasan.

Solidaritas dan Kebersamaan:

Dalam latihan dan kehidupan nyata, militansi juga berarti saling mendukung antar sesama anggota. Solidaritas yang kuat membentuk kekuatan kolektif yang tidak mudah dipatahkan.

Secara keseluruhan, militansi dalam Tarung Derajat adalah sikap hidup yang penuh semangat juang, disiplin, tanggung jawab, dan keteguhan hati untuk menghadapi tantangan hidup dengan keberanian dan kerendahan hati. Filosofi ini tidak hanya diterapkan di arena pertarungan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.

#Tarungderajat


(***)