"Lanjutan Masa Remaja Kasino" BAGIAN 2

Masa remaja Kasino berbarengan dengan masa maraknya pemaparan pelajar anti-Sukarno dan anti-PKI. Mereka tergabung dalam Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia (KAPPI). SMP tempat Kasino belajar tak luput pula dari pergolakan ini. Kegiatan belajar terganggu.
Orang tua Kasino melihat ketegangan politik di Jakarta kurang baik bagi rencana masa depan Kasino. Mereka pindah ke Cirebon agar tetap bisa belajar. Di sana dia memperoleh pelajaran membaca al-Qur'an dari guru ngaji. “Hampir setiap malam sehabis belajar aku berhadapan dengan kitab Al-Qur'an,” kata Kasino.
Cirebon memberikan pengalaman baru lainnya kepada Kasino. Dia mulai berkesempatan mempelajari alat-alat musik. “Saya menjadi pemain band, memegang ritme, dan menyanyi,” kata Kasino. Dia sering memainkan lagu-lagu band kebanggaannya, The Beatles, saban ngeband. Saat itu kekuasaan Sukarno sudah melemah dan pengawasan terhadap musik-musik Barat melonggar.
Situasi Jakarta menjanjikan pulih setelah huru-hara politik yang panjang. Sekolah kembali normal dan Kasino kembali bersekolah di Jakarta. Masa-masa awal Orde Baru sangat menyenangkan untuknya.
Seiring jatuhnya rezim Sukarno, benteng terhadap penetrasi budaya Barat ikut roboh. Nilai-nilai baru dari Barat menerobos dan menyebar masuk ke virus ibarat Indonesia. Para remaja Indonesia ketularan gerakan generasi bunga (flowers generation). Tak terkecuali Kasino. Dia kini tampil dengan suasana ala hippies, sebuah tatanan hidup baru anak muda di Amerika Serikat.
"Dengan topi ala Bali, jaket klewer-klewer penuh gambar bunga hilir mudik naik motor. Kalau sudah begitu, urutan kalimat ngaji mulai lupa lagi," kata Kasino. Tapi dia tidak meniru semua gaya hidup Hippies. “Saya tak pernah sama sekali melibatkan diri dalam urusan narkotik,” terang Kasino.
Meski tampil urakan, otak Kasino tetap cemerlang. Dia berhasil menembus jurusan Administrasi Niaga Fakultas Ilmu Sosial Universitas Indonesia. Kelak di kampus ini, dia bertemu dengan Nanu, Rudi Badil, Dono, Temmy Lesanpura, dan Indrom Pertemuan yang mengubah harapan orang tuanya dan jalan hidupnya sendiri.
(***)