Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bima Hadiri Musyawarah Akbar Ulama se-Indonesia


  - Wali Kota Bima HA Rahman H. Abidin, SE, bersama Wakil Wali Kota Bima Feri Sofiyan, SH, menghadiri kegiatan  Mbolo Nae Ulama Ro Ama Rasa Dana Mbojo  se-Indonesia yang berlangsung di Masjid Agung Al-Muwahiddin, Kota Bima.

Acara ini menghadirkan berbagai tokoh penting, termasuk Bupati Bima Ady Mahyudi, Wakil Bupati Bima Dr. H. Irfan, serta sejumlah narasumber terkemuka seperti Dr. Hamdan Zoelva, SH, MH; Prof Dr Bahtiar Usman, MM, CIFM, CIERM; Prof.Dr.Muhammad Adam; Dr.Muhammad Irwan, MP; dan Dr. Sidratahta Mukhtar. Turut hadir pula Anggota DPRD Provinsi NTB Abdul Rauf, ST, MM; Sekretaris Daerah Kota Bima; Ketua MUI Kota dan Kabupaten Bima; Ketua Baznas; seluruh staf ahli; asisten kepala OPD lingkup Kota Bima; camat dan lurah se-Kota Bima; serta kepala desa se-Kabupaten Bima.

Dalam Beragamnya, Wali Kota Bima menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan momentum penting dalam memperkuat ukhuwah Islamiyah, membahas berbagai permasalahan keumatan, serta menguraikan langkah-langkah strategi demi kemajuan umat Islam di Indonesia, khususnya di Dana Mbojo.

“Saya mengapresiasi Forum Umat Islam (FUI) Bima Raya yang telah berinisiatif menyelenggarakan musyawarah akbar ini. Acara ini bukan sekadar seremonial pertemuan, tetapi menjadi ajang diskusi mendalam dalam membahas peran dan kontribusi umat Islam dalam kehidupan sosial, politik, dan ekonomi di tengah dinamika zaman yang terus berkembang,” ujar Wali Kota Bima.

Bertepatan dengan momen yang luar biasa ini, Wali Kota Bima juga menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriyah/2025 Masehi.

"Saya dan Pak Feri, atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kota Bima, mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriyah.  Minal aidin wal faizin , mohon maaf lahir dan batin," tambahnya.

Lebih lanjut Wali Kota menegaskan bahwa ulama adalah pilar utama dalam membimbing umat.

“Mereka adalah penerang dalam kegelapan, pembimbing dalam kebingungan, serta penyejuk dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Oleh karena itu, saya berharap melalui forum ini akan lahir gagasan-gagasan konstruktif yang dapat memberikan pencerahan bagi umat Islam, baik dalam konteks pendidikan, sosial, maupun ekonomi,” jelasnya.

Dalam menghadapi era globalisasi yang semakin deras, Wali Kota menyoroti tantangan yang dihadapi, mulai dari pergeseran nilai-nilai keagamaan, disrupsi teknologi, hingga persoalan moral dan akhlak di kalangan generasi muda. Ia menekankan bahwa ulama dan tokoh Islam mempunyai tanggung jawab besar untuk membimbing umat agar tetap teguh pada ajaran Islam.

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota juga mengajak seluruh peserta musyawarah untuk berkontribusi aktif dalam menyusun solusi yang aplikatif bagi permasalahan umat. Ia menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berbicara tentang infrastruktur fisik, tetapi juga pembangunan mental dan spiritual masyarakat.

“Program-program pembangunan yang kami jalankan, seperti peningkatan kualitas pendidikan Islam, penataan kota berdasarkan nilai-nilai keislaman, serta pemberantasan kemiskinan dan narkoba, memerlukan dukungan penuh dari para ulama,” harapnya.

Di akhir perayaannya, Wali Kota Bima menegaskan bahwa Pemerintah Kota Bima berkomitmen untuk mendukung segala bentuk kegiatan yang mempererat ukhuwah Islamiyah dan membangun peradaban Islam yang maju.

 

“Semoga kegiatan ini mampu menghasilkan kebijakan yang bermanfaat bagi daerah kita untuk mewujudkan  Mbojo Ma Ntoi —Mbojo yang aman, aman, dan sejahtera,” tutupnya.


(***)